Feature
Jangkau Lansia ke Rumah, Kader Posyandu Wijaya Kusuma Gencarkan Skrining Penyakit Tidak Menular
Hanindito Arief Buwono • 14 Jan 2026
Pagi itu Hartono menerima kedatangan lima kader kesehatan Posyandu Wijaya Kusuma di rumahnya di Kelurahan Grogol, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu 11 Desember 2025. Seperti kunjungan rutin sebelumnya, kader kesehatan mengecek kesehatan pria 62 tahun ini sebagai bentuk skrining penyakit tidak menular (PTM) pada lansia.
Hartono yang menetap di Depok sejak 26 tahun silam sudah tiga kali menerima kunjungan para kader kesehatan untuk dicek kesehatannya. Hari itu kader kesehatan mengecek tensi darah, kadar gula darah, dan lingkar perut Hartono.
Hartono mengatakan inisiatif para kader kesehatan untuk mengecek kesehatan lansia dengan langsung berkunjung ke rumah sangat bermanfaat. Terlebih, ia dan warga lansia lainnya tidak perlu merogoh kocek sepeserpun untuk ongkos pemeriksaan kesehatan rutin tersebut.
“Saya jadi mengetahui kondisi kesehatan melalui kunjungan kader kesehatan ke rumah. Soalnya saya mau ke puskesmas itu susah karena harus mengantre dan naik motor,” ucap Hartono yang rumahnya berjarak sekitar tiga kilometer dari puskesmas terdekat.
Foto 1: Hartono (kiri) sedang menjalani cek kesehatan oleh kader kesehatan di rumahnya. (Dok: CISDI)
Masani juga rutin kedatangan kader kesehatan Posyandu Wijaya Kusuma. Perempuan 75 tahun ini menuturkan kader kesehatan berkunjung setiap bulan untuk memeriksa kesehatannya di rumah.
Selain mengecek kadar gula darah hingga kolesterol Masani, kader kesehatan juga memberikan edukasi kesehatan tentang pola makan sehat. Masani, misalnya, dianjurkan untuk lebih sering menyantap tempe dan sayur.
“Saya senang karena merasa diperhatikan (dengan kunjungan rumah kader kesehatan),” kata Masani.
Hartono dan Masani merupakan bagian dari 78 lansia di Kelurahan Grogol yang rutin mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Posyandu Wijaya Kusuma. Berdasarkan data lansia posyandu, sebanyak 20 orang lansia di daerah tersebut mengalami hipertensi tidak terkontrol. Ada pula lansia yang sudah tidak mampu berjalan sehingga tidak bisa menjangkau fasilitas kesehatan.
Keterbatasan mobilitas serta minimnya pengetahuan lansia seputar penyakit tidak menular mendorong kader kesehatan Posyandu Wijaya Kusuma menginisiasi kegiatan kunjungan rumah. Dengan pendekatan “jemput bola” ini, kader dapat memantau kondisi lansia di wilayahnya sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Inisiatif Bernama “Kader Sahabat Lansia”
Sebagai bagian dari program Pencerah Nusantara - Puskesmas Responsif, Inklusif, Masyarakat Aktif Bermakna (PN-PRIMA) yang dibesut CISDI, kader kesehatan Posyandu Wijaya Kusuma bertujuan memperkuat layanan kesehatan primer yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat, inklusif terhadap kelompok rentan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Jumiati, salah seorang kader kesehatan, mengatakan kelompok rentan seperti lansia yang mengalami hipertensi tidak terkontrol telah menjadi perhatian posyandu. Karenanya, kader kesehatan menginisiasi kegiatan “Kader Sahabat Lansia” sebagai bentuk kepedulian terhadap lansia yang memiliki riwayat hipertensi tidak terkontrol.
Foto 2: Kader kesehatan Posyandu Wijaya Kusuma menempelkan stiker kegiatan “Kader Sahabat Lansia” di rumah warga lansia. (Dok: CISDI)
Jumiati mengatakan inisiatif ini bermula dari pengamatan kader terhadap para lansia di kawasan tersebut yang rumahnya jauh dari puskesmas. Bagi para lansia, menjangkau puskesmas dengan berjalan kaki tentu sulit dilakukan. Begitu pula mengendarai kendaraan sendiri ketika tidak ada anggota keluarga yang bisa mengantarkan mereka ke puskesmas.
Selain itu, Jumiati menjelaskan alasan menginisiasi kegiatan berkunjung dari rumah ke rumah karena populasi lansia di kawasan tersebut terbilang banyak.
“Sebenarnya kami juga punya Posbindu (Pos Pembinaan Terpadu untuk skrining penyakit tidak menular). Tetapi sekarang sudah berganti menjadi posyandu siklus hidup untuk melayani warga sejak belum punya gigi (bayi) sampai yang giginya sudah tidak ada (lansia). Banyak penduduk lansia di sini yang perlu perhatian untuk kesehatan,” kata Jumiati, 55 tahun.
Jumiati bercerita, kader kesehatan rutin mengunjungi rumah setiap lansia untuk memeriksa kadar gula darah, mengukur berat badan, tinggi badan, lingkar perut, hingga tensi darah. Catatan posyandu menunjukkan banyak masyarakat yang mengalami penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit gula, serta kolesterol.
Selain menginisiasi kunjungan dari rumah ke rumah, kader kesehatan juga menggagas kegiatan rutin senam sehat hingga piknik. Tujuannya untuk mengurangi angka lansia yang mengalami penyakit tidak menular.
“Kami sudah menyelenggarakan senam lansia sejak awal ketika membentuk Posbindu. Selain itu, kami juga mengajak lansia jalan-jalan atau piknik untuk refreshing. Di sana kami ajak para lansia untuk ngobrol seperti curhat,” kata Jumiati.
Jumiati mengatakan, para lansia merespons positif kegiatan yang dijalankan kader kesehatan Posyandu Wijaya Kusuma. Warga lansia merasa senang karena kader kesehatan rutin berkunjung ke rumah serta komunikatif untuk mengajak mereka memeriksakan kesehatan di posyandu melalui WhatsApp.
“Kami ajak mereka untuk periksa kesehatan. Namanya juga mengajak lansia ya, kita harus melakukannya pelan-pelan,” ujar Jumiati.
-SELESAI-
.png)