NEWS

CISDI Dorong Implementasi Telemedicine untuk Bantu Akses Layanan Kesehatan di Indonesia
Jakarta, 23 Juni 2016 - Dengan luas wilayah lebih dari 5 juta km², Indonesia adalah salah satu negara terluas di dunia. Ini menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan dalam merencanakan berbagai program pembangunan yang diharapkan bisa membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk dalam hal kesehatan. Salah satu tantangan utama situasi kesehatan di Indonesia adalah ketidakmerataan kualitas dan kuantitas layanan kesehatan dari satu daerah ke daerah lain. Kini, dengan perkembangan teknologi, diharapkan bisa muncul solusi terhadap salah satu hambatan terbesar upaya pembangunan kesehatan di Indonesia.

CISDI, melalui gerakan Pencerah Nusantara, terus berupaya menciptakan inovasi dan solusi pemberdayaan masyarakat dengan pintu masuk kesehatan. Setelah 3 tahun berinovasi di 7 lokasi awal, kini CISDI memulai tahun keempat dengan membuka 9 daerah penempatan baru dengal model yang telah dikembangkan berdasarkan pembelajaran dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu model pengembangan yang direncanakan akan mengintegrasikan teknologi telemedicine untuk mendukung upaya penguatan layanan primer di daerah tertinggal Indonesia.


Melalui Diskusi Publik bulan Juni, CISDI mengajak publik dan pemangku kepentingan terkait untuk membicarakan potensi implementasi dan kemungkinan kolaborasi yang harus diciptakan agar telemedicine bisa menghasilkan dampak positif yang diharapkan. Mengundang pembicara dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, CISCO, serta CISDI, diskusi ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan dari start-up kesehatan di Jakarta, komunitas pemuda, media, dan juga perwakilan swasta. DIskusi Publik bulan ini diselenggarakan di Gastromaquia, Jakarta Selatan.

Kegiatan ini dibuka oleh Diah Saminarsih, selaku pendiri CISDI dan Pencerah Nusantara, menjelaskan konteks kesehatan di Indonesia, dan bagaimana cara pandang dan inovasi seperti telemedicine dibutuhkan untuk semakin membuka akses layanan kesehatan kepada orang yang membutuhkan. “Berdasarkan pembelajaran selama tiga tahun Pencerah Nusantara, CISDI menyadari tantangan geografis masih menjadi kendala utama dalam upaya peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Kendala ini memberikan beberapa konsekuensi penting yang perlu dicarikan solusinya.” tegas Diah. 

Perwakilan pemerintah Indonesia dari Kementerian Kesehatan serta Kementerian Komunikasi dan Informasi pun membagikan upaya pemerintah mengintegrasikan teknologi dalam intervensi penguatan layanan publik. “Saat ini Kementerian Kesehatan RI sedang menyusun roadmap pemanfaatan teknologi telemedicine untuk peningkatan pelayanan kesehatan berkualitas, terutama di daerah terpencil yang masih minim infrastruktur kesehatannya.” jelas dr. Tri Hesty Widyastoeti Marwotosoeko, SpM, MPH, selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI. Pemanfaatan teknologi telemedicine dalam pembangunan kesehatan ini memang sudah sejalan dengan rencana pemerintah dalam penerapan e-government. “Tugas kamis di Kemenkominfo adalah menyediakan dukungan teknis berupa penyediaan infrastruktur, termasuk e-kesehatan.” ujar Ir. Firmansyah Lubis, MIT, sebagai Direktur E-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika.


Kolaborasi lintas sektor yang berkesinambungan dan sinergis merupakan syarat utama keberhasilan pemanfaatan teknologi telemedicine di Indonesia. “Kerjasama dengan pihak swasta maupun dukungan kebijakan dari pemerintah akan menjadi langkah awal untuk membangun diskursus publik, menciptakan prioritas agenda pemerintah terhadap implementasi telemedicine, menggugah kolaborasi lintas sektor, serta mendorong usaha-usaha strategis dalam bentuk kerjasama yang berkesinambungan dari berbagai pihak agar pemanfaatan teknologi telemedicine dalam pembangunan kesehatan Indonesia dapat diimplementasikan secara optimal,” tutup Diah Saminarsih. 



Penulis: Adi Bayuputra Sarosa

Share this:

BERITA SEBELUMNYA

Resmi Dilantik, 46 Pencerah Nusantara IV Siap Mengabdi

Sabtu, 7 Mei 2016 - Setelah melewati pelatihan dan k

Diskusi Publik CISDI: Meningkatnya Ancaman Diabetes Mellitus Terhadap Generasi Muda Indonesia

Terus meningkatnya jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM) yang juga b

CISDI Resmi Bekolaborasi dengan Yayasan Bhakti Bangsa demi Perbaikan Generasi Penerus Bangsa

Jakarta, 18 April 2016 – Sebagai organisasi yang melihat pemuda seba

VIDEO TERKINI

Nasional Youth Town Hall (Indonesia)

Nasional Youth Town Hall (Indonesia)